Meningkatnya Penetrasi Cakupan Kesehatan Universal di Indonesia akan Meningkatkan Sektor Farmasi: Ken Research

0


  • Industri farmasi nasional diproyeksikan tumbuh tahun ini karena jumlah peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) terus bertambah. Per 31 Desember 2019, jumlah peserta BPJS sebanyak 224 juta jiwa dan telah melampaui 83% dari total penduduk Indonesia.
  • Obat generik banyak digunakan sebagai alternatif obat paten dengan harga tinggi. Mahalnya harga obat merupakan hasil dari bahan baku obat yang diimpor. Melalui program JKN, pemerintah mengatur harga agar obat-obatan berada dalam jangkauan daya beli masyarakat.
  • Adopsi saluran online untuk pembelian obat-obatan perlahan meningkat seiring dengan limpahan pandemi Covid-19. Pada tahun 2020, Universal Health Coverage meluncurkan aplikasi mereka, aplikasi Mobile JKN untuk konsultasi medis dengan dokter. Aplikasi ini juga dilengkapi pengiriman obat-obatan melalui kurir dari apotek klinik utama.

Tingginya Prevalensi Penyakit Terkait Gaya Hidup: Pendapatan per kapita yang tinggi, gaya hidup yang tidak aktif dan kebiasaan makan yang tidak sehat telah mempromosikan gaya hidup yang tidak aktif di kalangan masyarakat Indonesia selama beberapa tahun terakhir. Hal ini telah meningkatkan insiden berbagai masalah kesehatan terkait gaya hidup di antara populasi negara yang telah menjadi kekuatan pendorong utama di balik pertumbuhan sektor ritel farmasi. Per Desember 2019, 13,5% orang dewasa berusia 18 tahun mengalami kelebihan berat badan dan 28,7% mengalami obesitas (BMI >25) di Indonesia.

Pertumbuhan Ritel Online: Untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan, hampir semua rantai ritel farmasi utama sudah mulai menawarkan produk mereka melalui portal online. Dengan pertumbuhan orang yang sadar kesehatan, permintaan akan produk nutrisi dan suplemen telah meningkat. Ini telah memfasilitasi penjualan produk-produk tersebut melalui saluran online. Hal ini semakin didukung oleh meningkatnya kesadaran medis dan peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Indonesia meningkat dari 89,3 juta pada 2015 menjadi 175,4 juta pengguna pada 2019.

Peningkatan Harapan Hidup dan Populasi yang Menua: Harapan hidup Indonesia pada tahun 2019 adalah 71,59 tahun, meningkat 0,25% dari tahun 2018. Juga, wanita memiliki tingkat harapan yang lebih tinggi daripada pria. Diperkirakan pada tahun 2025 akan ada 33,69 juta orang dengan usia >60 tahun. Statistik ini mencerminkan peningkatan cara mengendalikan penyakit menular dan fasilitas medis yang lebih baik. Kedua faktor ini secara bertahap menyebabkan peningkatan usia rata-rata penduduk Indonesia. Biasanya, pengeluaran perawatan kesehatan individu tinggi selama tahap akhir kehidupan seseorang. Dengan meningkatnya populasi usia tua, penjualan obat-obatan di negara ini juga cenderung selama bertahun-tahun.

Anjloknya Permintaan Farmasi karena Covid-19: Permintaan obat-obatan menurun sebanyak 50% selama pandemi virus corona. Hal ini disebabkan rendahnya permintaan, terutama dari rumah sakit yang sepi pengunjung akibat Covid-19. Ini semakin didorong oleh orang-orang yang menahan diri untuk tidak mengunjungi apotek di tengah ketakutan tertular virus. Norma jarak sosial dan penguncian yang diberlakukan telah berdampak buruk pada industri ritel farmasi di Indonesia. Terlepas dari masalah produksi dan utilitas, perusahaan farmasi mengalami kesulitan arus kas karena banyak rumah sakit masih menunggak pembayaran obat. Pada Juli 2020, total tagihan fasilitas kesehatan yang belum dibayar mencapai Rp 3,0 triliun. Permintaan obat-obatan di negara ini tetap rendah pada awal tahun 2020, namun ada peningkatan permintaan untuk produk OTC pada paruh kedua tahun ini. Pemulihan yang lambat diperkirakan terjadi pada tahun 2021. Para produsen diharapkan untuk mengalihkan fokus ke obat-obatan generik bersama dengan peluncuran produk OTC baru karena meningkatnya tren pengobatan sendiri di negara ini.

Industri Farmasi Indonesia

Analis di Ken Research dalam publikasi terbarunya “Indonesia Pharmacy Retail Market Outlook to 2025 By Market Structure (Organized & Unorganized); Berdasarkan wilayah (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera Utara & lainnya); Berdasarkan Kategori Produk (Resep, OTC, Produk Non-Farmasi & Peralatan Medis); oleh area terapeutik; dan By Product Type (Patented &; Generic Drugs)” mengamati bahwa di Indonesia merupakan salah satu pasar produk farmasi terbesar di Asia Tenggara dan perlahan pulih dari krisis ekonomi setelah pandemi. Meningkatnya penetrasi asuransi di negara ini seiring dengan meningkatnya permintaan untuk produk OTC mendorong pertumbuhan industri. Meningkatkan fokus pada kegiatan promosi dan pemasaran, peluncuran produk baru, kemitraan &; kolaborasi diharapkan dapat mendorong industri di masa depan. Pasar Ritel Farmasi Indonesia diperkirakan akan tumbuh pada CAGR sebesar 1,5% berdasarkan pendapatan penjualan selama periode perkiraan 2019-2025.

Segmen Utama yang Dicakup

  • Berdasarkan struktur pasar (terorganisir & tidak terorganisir),
  • Berdasarkan Jenis Produk (Obat yang Diresepkan, Over-The-Counter, Produk Non Farmasi & Peralatan Medis)
  • Segmentasi Lebih Lanjut Jenis Produk berdasarkan Rumah Sakit dan Apotek Berbasis Jalan / Mall
  • Berdasarkan Wilayah (Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jakarta, Sumatera Utara & Lainnya)
  • Berdasarkan Jenis Obat (Dipatenkan & Obat Generik)
  • Oleh area terapeutik (anti-infeksi, kardiovaskular, nyeri / analgesik , vitamin / mineral / nutrisi, antibiotik, pernapasan, usus gastro,
  • Ginekologi, Neuro & Lainnya)

Perusahaan yang Dicakup

  • Kimia Farma Apotek
  • Apotek K-24
  • Wali
  • Watsons
  • Abad
  • Viva Apotek
  • Griya Farma

Target Audiens Utama

  • Produsen Farmasi/Obat
  • Distributor/Grosir Obat
  • Suplemen Kesehatan dan Produsen Produk OTC
  • Pemain Logistik 3PL
  • Organisasi Pemerintah yang melayani Industri Farmasi
  • Pemain E-Farmasi
  • Pemain Farmasi Offline
  • Rumah sakit
  • Asosiasi Industri

Beli sekarang

Periode waktu yang ditangkap dalam laporan: –

  • Periode Sejarah – 2014-2019
  • Periode Prakiraan – 2020-2025

Topik utama yang dibahas dalam laporan

  • Sekilas Tentang Kesehatan Indonesia
  • Tren dan pendorong pertumbuhan di industri dan tantangan yang dihadapi
  • Penggunaan dan Tren Kontrasepsi di Indonesia
  • Ukuran dan Segmentasi Ritel Farmasi Indonesia, 2014 – 2019
  • Ekosistem dan Rantai Nilai Industri Ritel Farmasi di Indonesia
  • Analisis SWOT Industri dan Matriks BCG
  • Parameter Pengambilan Keputusan Pelanggan
  • Perbandingan Silang antara Pemain Utama dan Profil Perusahaan &; Portofolio Produk
  • Ukuran dan Segmentasi Pasar Masa Depan, 2019-2025F
  • Dampak Covid-19 pada Industri & Jalan ke Depan
  • Rekomendasi Analis

Unduh Contoh Laporan

Hubungi Kami:
Ken Research

Ankur Gupta, Kepala Pemasaran & Komunikasi
Ankur@kenresearch.com
+91-9015378249

Share.